Di Indonesia, mobil berbahan bakar diesel masih kurang populer dibanding mobil bensin. Banyak alasannya, salah satunya adalah kualitas Solar yang belum bagus.PT Pertamina (Persero) sudah memiliki BBM diesel yang lebih bagus dari Solar yakni Dex dan Dexlite. Kedua produk BBM diesel ini bisa didapatkan dengan mudah.

Dex memiliki cetane number yang tinggi, bisa membersihkan mesin kendaraan, kadar sulfur rendah, mencegah karat, mencegah foaming dan mencegah kontamisasi air, sehingga mesin diesel lebih awet.Dex bisa digunakan di mobil apa saja? Contohnya Pajero Sport, Captiva, Mercedes-Benz GLK dan Toyota Fortuner

Sementara Dexlite yang lebih terjangkau harganya dan memiliki aditif cocok untuk mobil seperti Suzuki Ertiga diesel, Toyota Kijang Innova diesel dan Chevrolet Spin diesel.Dengan memakai Pertamina Dex dan Dexlite, mesin menjadi bertenaga, dan jauh lebih efisien, jika dibandingkan dengan Solar.

Secara kualitas, kedua BBM Diesel lebih unggul, karena Pertamina Dex dan Dexlite memiliki Cetane Number (CN) yang lebih besar dari Solar. Pertamina Dex memiliki kandungan CN sebesar 53, Dexlite CN 51. Sementara Solar kandungan CN sebesar 48.Dari segi emisi Pertamina Dex dan Dexlite lebih baik ketimbang Solar, Solar memiliki kandungan sulfur maksimal 2.500 ppm, sementara Pertamina Dex maksimal 300 ppm dan Dexlite maksimal 1.200 ppm.Sementara itu, keunggulan Pertamina Dex, selain memiliki CN 53 dan rendah sulfur bisa membersihkan mesin, mencegah karat, kontamisasi air dan foaming. Pendek kata Pertamina Dex sangat tepat bagi kendaraan diesel yang menginginkan performa maksimal dan powerful.

Mari kita bahas lebih detail tentang Pajero Sport apakah aman memakai biosolar

Bermodalkan mesin 2.500 cc DOHC COMMONRAIL TURBOCHARGED and INTERCOOLER, 4 CYLINDER IN-LINE (4D56) type mesin Pajero lama.Mitsubishi Pajero Sport dapat menghasilkan output tenaga maksimal 131 kW (varian Dakar), 100 kW (varian Exceed)serta Torsi maksimum 350 Nm (Dakar), 314 Nm (Exceed)Dengan teknologi Commonrail Direct InjectionApabila diisi solar rekomendasi pabrik (pertamina Dex) atau solar dengan sulphur rendah (150-300 ppm), pasti menghasilkan performa mesin yang bertenaga, getaran mesin lebih halus, asap knalpot bersih (rendah emisi), serta efisiensi penggunaan bahan bakar.

WARNING : Agar bisa menghasilkan performa tenaga mesin yang maksimal, umur spare part mesin lebih awet dan tahan lama, sebaiknya gunakan Solar rekomendasi pabrik (pertamina DEX )yang berkadar sulphur rendah (150-300 ppm), serta melakukan perawatan berkala secara rutin.

Kita bahas dahulu tentang bahan bakar

APA ITU BENSIN / SOLAR ?

Bensin atau solar (aliphatic hydrocarbon ) merupakan bahan bakar hidrokarbon tak terbarukan yang terbuat dari minyak bumi. Terbentuk dari sisa tanaman dan binatang (diatom) yang hidup ratusan juta yang disebut fosil. Sisa jasad renik inilah yang kemudian ditutupi lapisan sedimen dari waktu ke waktu. Dengan tekanan ekstrim dan suhu tinggi, sisa organisme ini akan menjadi campuran hidrokarbon cair (senyawa kimia organik dari hidrogen dan karbon) yang kita sebut sebagai minyak mentah. Kilang memecah hidrokarbon ini menjadi produk yang berbeda. Pemilahan produknya ini termasuk diantaranya: bensin, solar, dan jenis produk sejenis.

SIFAT KIMIAWI DAN TITIK LEMAH DARI BBM

Bahan bakar hidrokarbon (aliphatic hydrocarbon )  terbuat dari senyawa organic molekul Hydrogen dan Carbon. dan Molekul bensin itu sendiri memiliki 7 hingga 11 ikatan Carbon dalam tiap rangkaian. Inilah konfigurasi rangkaian yang lazim terjadi: cetane (SOLAR), Heptane, Octane (BENSIN), Nonane, dan Decane.

Pada tingkat molekul tersusun oleh unsur yang berenergi tinggi dan rendah, disaat bahan bakar SEMAKIN JAUH meninggalkan kilang minyak ( Refinery ) maka bahan bakar tersebut mengalami perubahan penurunan ( degradasi ) kualitas dan kehilangan energy potensialnya – yang disebabkan oleh proses oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme. ATAU YANG BIASA DISEBUT BENSIN BASI!!! Pada awalnya bahan bakar yang terdegradasi tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Dengan masa penyimpanan yang lama dan pengaruh lingkungan maka bahan bakar akan berubah menjadi semacam pernis yang mengental pekat.

Banyak pengendara ditanah air tidak mengerti, bahwa dalam struktur kimiawi bahan bakar terkandung unsur molekul yang disebut “Energi Potensial”,  dan sudah menjadi sifat kimiawinya, jika pertumbuhan mikroorganisme mulai terjadi dan didukung proses oksidasi alam maka sudah barang tentu “Energi Potensial” yang dimaksud akan total berubah jadi turun bahkan jadi hilang. Sehingga output dari kualitas bahan bakar bilamana  masuk dalam ruang pembakaran mesin menghasilkan performa kualitas sebagai berikut:

  • Hasil pembakaran terbuang sia-sia melalui pipa knalpot
  • Hasil pembakaran tidak bisa menghasil tenaga mesin yang maksimal
  • Hasil pembakaran hanya menciptakan tingginya emisi -membahayakan
  • Ratio indikator RPM tidak sebanding dengan akselerasi
  • Atau tarikan gas jadi berat tapi tenaga mesin melemah
  • Otomatis bahan bakar jadi boros terbuang percuma
  • Pasti menciptakan lapisan kerak karbondioksida pada ruang bakar mesin
  • Juga menciptakan lapisan kerak pada pipa saluran pembuangan gas
  • Piranti sparepart mesin jadi rusak dan pada akhirnya turun mesin

Injeksi bahan bakar adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam mesin pembakaran dalam untuk mencampur bahan bakar dengan udara sebelum dibakar.Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator, karena injektor membuat bahan bakar tercampur secara homogen. Hal ini, menjadikan injeksi bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman.Injeksi bahan bakar dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran dari keduanya. Sistem awal berupa mekanikal, namun sekitar tahun 1980-an mulai banyak menggunakan sistem elektronik. Sistem elektronik modern menggunakan banyak sensor untuk memonitor kondisi mesin, dan sebuah unit kontrol elektronik menghitung jumlah bahan bakar yang diperlukan. Oleh karena itu, injeksi bahan bakar dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi polusi, dan juga memberikan tenaga keluaran yang lebih.

WARNING : Mesin Injeksi Sensitif bahan bakar ujung injektor berukuran mikro, sehingga sistem injeksi bahan bakar mudah terjadi penyumbatan karena bahan bakar yang kotor atau berkualitas rendah. Hal ini akan mempengaruhi kinerja kendaraan.

BAYANGKAN APABILA INJEKTOR , COMMONRAIL DAN TURBOCHARGED ANDA SUDAH RUSAK?? BERAPA BIAYA YANG HARUS DIKELUARKAN????? APAKAH PAJERO SPORT ANDA MENGALAMI GEJALA mesin tersendat-sendat saat berjalan atau saat digeber ke RPM tinggi mesin mengalami batuk-batuk?

Seperti kita ketahui bersama bahwa kualitas Biosolar / Solar biasa (solar subsidi), sering tidak menentu.Jika mobil Diesel kita mendadak mengalami gejala mesin tersendat-sendat saat berjalan atau saat digeber ke RPM tinggi mesin mengalami batuk-batuk maka :Segera periksa filter bahan bakar (filter solar) mobil Diesel anda dan ganti jika perlu.

Pada bagian bawah Sedimenter (Diesel Mekanikal) atau rumah filter (untuk mesin-mesin Diesel Common Rail), buka keran kecil dan pompa sedimenter / rumah filter untuk membuang kontaminasi (air / kotoran, dll) yang tertampung pada sedimenter / rumah filter.

Setelah filter solar diganti, maka jika sesudahnya ada waktu, kunjungi bengkel untuk melakukan “Kuras Tangki” BBM.

Jangan kaget jika misalnya sekali waktu hal ini terjadi pada filter solar yang belum begitu lama diganti / belum mencapai 10.000 Km, resiko tersebut bisa saja terjadi jika kita secara rutin mendapat Biosolar / Solar yang kualitasnya buruk. (Walau sebetulnya filter solar yang mengalami mampet secara premature ini jarang-jarang terjadi)

Jika anda secara rutin menggunakan BioSolar / Solar subsidi maka ada baiknya pertimbangkan untuk menggunakan katalisator bahan bakar (sebaiknya yang non additive)

Atau tambahkan sedikit Solar non subsidi ke Biosolar yang anda gunakan. Solar non subsidi seperti Pertamina DEX / Total Diesel / Shell Diesel / Petronas Diesel, dengan ratio minimal 1:10 – 2:10 (10 untuk Biosolar-nya / Solar-nya).Menurut pengalaman banyak konsumen yang menggunakan Katalisator bahan bakar dapat memperpanjang usia pakai filter solar serta menjaga kondisi tangki BBM tetap bersih. (Selalu gunakan BioSolar dari SPBU yang terpercaya).

Sekilas tentang mobil ber-mesin diesel :

Di masa lalu mesin mesin Diesel untuk kendaraan penumpang / SUV / MPV kebanyakan tidak menggunakan Turbo alias Normal aspirated dengan spesifikasi Output Power yang boleh dikatakan “pas-pasan”.Berhubung banyak user yang merasakan faktor Underpowered (tidak bertenaga), maka tidak sedikit user yang men-tune mobil Dieselnya dengan membesarkan supply solar / meningkatkan AFR (Air Fuel Ratio) tetapi TANPA dibarengi peningkatan supply udara yang sepadan.Nah, apa yang akan terjadi ?AFR menjadi rich atau sangat rich & EGT (Exhaust Gas Temprature) dipastikan meningkat dengan signifikan.

Di masa lalu hanya sedikit sekali user yang aware dengan faktor EGT ini, kebanyakan hanya memperhatikan faktor opasitas & ada yang “cuek” jika knalpot ngebul, yang penting larinya enak.Ditambah lagi dengan pemahaman yang keliru mengenai hubungan antara AFR vs Suhu mesin, dengan menganggap fenomena yang terjadi pada Diesel sama seperti mesin Gasoline dimana AFR makin Rich = mesin makin dingin, padahal pada mesin Diesel yang terjadi adalah sebaliknya dimana AFR makin Rich = mesin makin panas / EGT makin tinggi.Ini karena proses pembakaran pada mesin Diesel bersifat “Compression Ignition” dimana bahan bakar terbakar sendiri karena udara yang sangat panas oleh tekanan yang tinggi, maka jika semakin banyak bahan bakar yang disemburkan, panas yang dihasilkan akan semakin besar, ibarat kompor minyak tanah.

Pada mesin Diesel, tingkat Opasitas yang tinggi umumnya berkorelasi erat dengan EGT.Mesin Diesel yang dalam operasinya sering mengalami EGT yang tinggi, maka akan cepat mengalami “Metal Fatigue” dan berujung dengan retak rambut pada cylinder head, dan lain-lain yang akhirnya harus turun mesin untuk perbaikan dan biayanya tentulah mahal.

Adapun juga beberapa tipe mesin Diesel Normal Aspirated dengan konstruksi blok yang tidak seberapa robust, akhirnya bermasalah ketika dipasangi Turbo, apalagi jika boost Turbo di set agak besar.Berkembangnya Trend High Pressure Injection System & Penggunaan Turbo Sebagai Opsi Standard dari Pabrikan Kendaraan :

Seiring dengan berkembangnya trend system Injeksi tekanan tinggi & penggunaan Turbo serta Intercooler pada mesin-mesin Diesel modern, membuat Power to Capacity ratio (rasio Power terhadap kapasitas mesin) mesin Diesel menjadi lebih baik, juga supply udara yang lebih mumpuni saat mesin di-Tune, juga konstruksi mesin yang memang sudah disesuaikan oleh pabrikan untuk beroperasi dengan Turbo secara aman.Dengan semakin tingginya spesifikasi output mesin-mesin Diesel masa kini, makin baiknya kualitas bahan bakar solar, Trend Turbocharger & pemahaman akan faktor EGT, maka seharusnya hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari dan mesin Diesel akan dapat terus beroperasi dengan baik dalam waktu yang amat sangat panjang.Mesin Diesel dikenal sebagai mesin yang efisien serta Fun to Drive (mesin Diesel modern ber-ECU) karena karakteristik torsi yang besar sejak RPM rendah.Hanya saja suara & getaran mesin Diesel umumnya lebih terasa dibanding mesin Gasoline. Tetapi dengan perlakukan yang tepat sebetulnya kita dapat mengurangi suara & getaran mesin Diesel, spare part kendaraan lebih awet, tenaga yang dihasilkan maksimal, serta penurunan emisi dengan cukup signifikan.

Beberapa metode yang bisa dilakukan di antaranya :

  1. Meningkatkan Daya Lumas Diesel Fuel (Solar)

Daya lumas solar (Diesel Fuel) adalah sangat penting, dimana Diesel Fuel harus mampu memberikan pelumasan yang baik terhadap pompa injeksi mesin Diesel.Sebab pompa injeksi pada mesin Diesel itu ibarat sebuah kompressor yang mana membutuhkan pelumasan untuk piston-piston & plunger-plungernya, agar piston kompressor bekerja lebih ringan, plunger-plunger bekerja lebih maksimal.

Daya lumas Diesel Fuel kadang menjadi kurang maksimal apabila Diesel Fuel terkontaminasi zat-zat lain seperti air / kerosene / Gasoline atau jika mendapat Diesel Fuel dengan angka Parafin yang agak rendah (biasanya pada bahan bakar solar kualitas rendah / biosolar).Maka untuk meningkatkan daya lumas pada Diesel Fuel bisa dilakukan dengan menambah Katalisator bahan bakar.Daya lumas Diesel Fuel yang baik terhadap pompa injeksi akan membantu mengurangi beban kerja mesin dalam memutar pompa injeksi.

  1. Peningkatan Cetane Number (CN)

Peningkatan angka Cetane dengan Cetane Booster (tidak disarankan untuk jangka panjang) atau menggunakan Diesel Fuel dengan CN yang tinggi (51 – 54) / solar dex atau shell diesel juga akan membantu menyempurnakan proses pembakaran yang mana salah satu efeknya juga akan membuat suara & getaran mesin Diesel menjadi lebih halus.Dengan angka Cetane yang lebih tinggi maka akan membuat proses pembakaran menjadi lebih ‘instant’ alias mengurangi proses pembakaran yang panjang atau yang disebut ‘Self Ignition Delay’ (SID).SID inilah yang turut membuat getaran dan suara mesin Diesel menjadi lebih besar, SID disebabkan penggunaan Diesel Fuel dengan CN yang rendah (48 atau lebih rendah).

  1. Purging

Pembersihan Injector & Nozzle membuat pengabutan lebih sempurna, sehingga pembakaran lebih optimal, berpengaruh terhadap getaran mesin (Lihat artikel Purging sebelumnya).

  1. Penggantian Filter Solar Secara Teratur

Filter solar yang sudah agak mampat, secara otomatis akan turut membebani kerja pompa injeksi dalam menghisap bahan bakar, maka itu filter solar sebaiknya diganti secara teratur.

  1. Penggunaan Pelumas yang Berkualitas
  2. Engine Mounting

Bagi mobil Diesel yang sudah berusia di atas 3 – 4 tahun atau sudah menempuh jarak di atas 70.000 Km biasanya engine mounting mulai getas & agak gepeng, membuat getaran mesin menjadi lebih terasa di body mobil. Jika engine mounting sudah mulai getas / agak gepeng, maka gantilah engine mounting.(catatan : Usia pakai Engine Mounting tiap-tiap mobil Diesel adalah berbeda-beda).

  1. Pelumasan oleh Diesel Fuel (solar) pada pompa injeksi mesin Diesel sangatlah penting, apalagi seiring perkembangan mesin Diesel modern yang dilengkapi sistem injeksi bertekanan tinggi dengan tekanan maksimum sebesar 1350 Bar atau lebih. GUNAKAN SELALU BAHAN BAKAR SOLAR BERKUALITAS (SOLAR DEX / SHELL DIESEL)

Jika kita menilik anatomi pompa injeksi Common Rail (sebagai contoh), maka terlihat jelas bahwa pompa injeksi Common Rail sangat mirip dengan kompressor udara, hanya saja pompa injeksi Common Rail memompa fluida dengan tekanan yang amat sangat jauh lebih besar. (Lihat gambar)

Satuan daya lumas Diesel Fuel (solar) adalah dengan satuan HFRR (High Frequency Reciprocating Rig) dimana angka HFRR semakin rendah menandakan daya lumas solar semakin baik dan sebaliknya. Standard angka HFRR maksimum sesuai Engine Manufacturers Association adalah sebesar 460 (460 micron). Jika angka HFRR di atas 460 maka daya lumas solar dianggap kurang baik dan dapat menyebabkan komponen pompa injeksi aus secara prematur.

Sebetulnya angka sulfur yang rata-rata masih cukup tinggi pada solar yang dijual di Nusantara ini cukup membantu daya lumas solar (walau sulfur turut menyebabkan jelaga pada gas buang), hanya saja sering kita jumpai solar yang terkena kontaminasi.

Aspek-aspek yang menyebabkan berkurangnya daya lumas Diesel Fuel (solar) khususnya pada Solar subsidi di Indonesia :

– Kontaminasi air

– Minimnya kandungan additive pada Solar / Biosolar subsidi

Solusi untuk memperbaiki daya lumas solar yang dicurigai terkontaminasi zat cair lain bisa dengan :

MENGGUNAKAN KATALISATOR BAHAN BAKAR

– Menambah BioDiesel sebanyak 2% dari total volume solar (pastikan BioDiesel berkualitas yang berstandar SNI, bebas dari kandungan air dan Iodine)

Untuk perawatan reguler pada kendaraan Diesel yang menggunakan solar subsidi maka PENGGUNAAN KATALISATOR BAHAN BAKAR sangat disarankan, atau campur solar / biosolar dengan solar non subsidi yang dimana memiliki kandungan additive yang lengkap.

WARNING : Tidak seperti solar murni, ternyata Biosolar memiliki kelemahan. Kelemahannya tak cocok dipakai untuk kendaraan bermotor yang memerlukan kecepatan dan daya, karena biodiesel menghasilkan tenaga yang lebih rendah dibandingkan solar murni.

Mayoritas kendaraan alat angkutan bertonase besar (Truk, Bis, dll) di Indonesia adalah bermesin diesel konvensional, belum bermesin diesel modern Common Rail. Apalagi mesin diesel sebelum tahun 2000, apakah dengan memakai Biosolar yang memiliki angka cetane 51 hingga 55 atau lebih tinggi daripada solar standar yang sekitar 48 tersebut tidak berdampak negatif pada daya tahan mesin diesel ‘Jadul’. Jaminan Pertamina bahwa Biodiesel dapat langsung dipakai pada mesin diesel standar tanpa perlu perubahan atau modifikasi tersebut harus lebih disosialisasikan lagi ke masyarakat luas tentunya harus dengan pembuktian uji secara teknis.Kelemahan yang belum kita ketahui adalah jika katakanlahlaboratorium pengujian yang dimiliki Pertamina telah selalu memastikan FAME yang dipakai memenuhi standar spesifikasi yang sudah ditetapkan sehingga dipastikan tidak ada bakteri karena dapat merusak kualitas bahan bakar saat didistribusikan. Bagaimana jika bakteri itu muncul justru pada saat proses distribusi berlangsung akibat tidak terkontrolnya standar kualitas alat distribusi dan penyimpanan Biosolar sampai di tingkat SPBU. Apakah hal ini juga bisa menurunkan kualitas bahan bakar ?

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa Biodiesel atau Biosolar menghasilkan tenaga yang lebih rendah, maka bagi kendaraan alat angkut beban bertonase besar Biosolar ini justru menjadi kontra produktif, sebab mesin menjadi berkurang tenaganya bila dibanding saat memakai solar. Hal ini sangat dirasakan oleh Truk besar pengangkut pasir atau batu, sejak memakai Biosolar tenaga Truk dengan muatan yang sama seperti biasanya ternyata jadi lebih lemah.

KESIMPULANNYA : MESIN BERTEKNOLOGI COMMONRAIL SEPERTI PAJERO SPORT HARUS MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BERKUALITAS TINGGI SEPERTI SOLAR DEX, SHELL DIESEL. PENGGUNAAN BIOSOLAR TANPA DIBANTU OLEH KATALISATOR AKAN MERUSAK DAN MEMPERPENDEK UMUR KENDARAAN.

SEMOGA BERMANFAAT