Perkembangan Radio Komunikasi.

Pada perkembangannya perangkat radio komunikasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat.  Pada awal mulanya radio komunikasi dibuat untuk melakukan komunikasi jarak jauh yang praktis dan tanpa kabel. Radio komunikasi mulai dikembangkan pada saat Perang Dunia II oleh negara-negara yang terlibat dalam peperangan. Utamanya adalah untuk menyampaikan perintah kepada serdadunya untuk melakukan serangan dan menyusun strategi penyerangan. Pada jaman itu, komunikasi tidak dapat belangsung semudah sekarang ini, karena keterbatasan perangkat, sehingga mode CW (Continous Wave) sangat berperan, mode phone juga sangat sulit dilakukan saat itu karena keterbatasan perangkat radio komunikasi.

Setelah Perang Dunia berakhir tekhnologi radio komunikasi semakin berkembang. Perkembangan ini tidak terlepas dari adanya para amatir radio di seluruh dunia yang selalu ber eksperimen membuat trobosan-trobosan baru yang akhirnya selalu menemukan hal-hal baru dalam tekhnologi radio komunikasi. Ditemukannya transistor untuk mengganti tabung juga sangat mempengaruhi perkembangan radio komunikasi. Setelah terbentuknya badan telekomunikasi dunia atau International Telecominication Union atau (ITU) semakin mempertegas  dan menggiatkan riset dan pengembangan radio komunikasi dunia, sehingga di negara-negara diseluruh dunia juga terbentuk berbagai organisasi radio komunikasi dengan berbagai nama.

Pun juga di Indonesia dibentuk jugalah Organisasi Amatir Radio Indonesia melalui konferensi yang dilaksanakan pada tahun 1967 dimana pada tahun itu juga disepakati terbentuknya Organisasi Amatir Radio Indonesia yang disingkat ORARI seperti yang kita kenal saat ini.

Setelah masa perang berlalu, radio komunikasi mulai berpindah fungsi sebagai alat komunikasi yang cukup efektif terutama didaerah-daerah terpencil yang sulit dilalui.  Saat itu radio komunikasi yang dipakai adalah SSB atau Single Side Bandyang bagi orang awam, SSB sangat-sangat tidak nyaman ditelinga karena suara lawan bicara kita terdengar sangat aneh cenderung kurang jelas. Namun SSB transmission mempunyai keunggulan dalam jarak pancar yang jauh lebih kuat dari mode lainnya FM maupun AM sehingga mode SSB lah yang paling efektif dipakai dalam komunikasi. Sampai saat ini mode SSB masih sangat banyak dipakai oleh perusahaan pengeboran minyak,  Perusahaan penerbangan, sampai tentara pun masih banyak juga yang mempergunakan mode SSB untuk mode komunikasinya.

Pada awal tahun 1980an ditemukanlah  IC (Integrated Circuit) dimana didalam IC itu tercetak rangkaian tertentu yang sangat presisi dan berukuran kecil. IC ini akhirnya membuat ukuran radio komuniksi semakin kecil, semakin kompak dan semakin ringan, dibandingkan dengan jaman sebelum IC ditemukan.  Pesawat radio yang dulu masih menggunakan transistor dan tabung pada komponen-nya berukuran sangat besar, namun dengan IC ukuran radio sejenis dapat menghemat ruang hampir 50%-nya.

Perkembangan tekhnologi dan sains membuat berbagai kemudahan dalam bereksperimen dan tentu juga membuat biaya riset menjadi semakin murah. Hal ini mendorong produksi radio komunikasi semakin banyak dan berbagai merk radio komunikasi juga mulai bermunculan seperti Alinco, Icom, Trio Kenwood, Furuno, Motorolla,Standard, Sommercam, Yaezu Muzen dan belakangan ini berbagai merk radio dari China banyak bermunculan seperti, Starcom. Wierwe, VEV, Firstcom  dan lain sebagainya sedangkan sebelumnya hanya beberapa merk lawas seperti Sommercam; Yaezu, Trio Kenwood, Icom yang masih analog dengan tabung dan transistor.

Kebutuhan Radio Komunikasi (RAKOM) di Mobil Pada Saat Konvoi/Touring

Sebenarnya kebutuhan RAKOM bagi anggota komunitas klub yang punya dalam banyak acara memang sangat diperlukan.Alat RAKOM model mobile selalu ada di mobil, demikian pula HT juga siap dipakai dikala saat tidak sedang konvoi atau pada saat koodrinasi pada saat samapi tujuan.

Saat melakukan touring lintas luar kota, ada beberapa aturan main yang harus disepakati agar perjalanan konvoi berlangsung dengan tertib. Penggunaan sarana Radio Komunikasi menjadi salah satu alat bantu yang bisa dioptimalkan demi kelancaran bersama.

Penggunaan radio komunikasi dapat membantu memantau kondisi jalan baik di bagian depan ataupun belakang. Selain itu untuk kondisi tertentu atau dalam keadaan darurat, para peserta konvoi bisa langsung ter-update dan segera melakukan antisipasi.

Menurutnya agar komunikasi berlangsung efektif, setidaknya ada kode etik penggunaan radio komunikasi agar komunikasi dan koordinasi dapat terjalin dengan baik.

  1. Pastikan RAKOM berikut perlengakapannya terpasang baik secara teknis.

Komunikasi menggunakan rakom itu artinya memanfaatkan frekuensi dengan penghantar gelombang radio yang dipancarkan dan diterima oleh antena yang diteruskan ke rakom. Prinsip kerja yang baik adalah bekerja pada frekuensi tertentu dengan VSWR dan impedansi yang baik sehingga bisa resonansi dengan pengguna rakom lainnya pada frekuensi yang sama. Untuk memastikan rakom terpasang baik secara teknis, diperlukan alat ukur minimal menggunakan SWR meter untuk melakukan proses matching antena. Lebih baik lagi menggunakan analizer supaya impedansi bisa ketahuan secara tepat. Impedansi yang biak adalah sebesar 50 ohm, mulai kabel sampai antena. Selanjutnya, pastikan penempatan antena secara benar dan tidak mengganggu kendaraan. Lokasi antena yang paling baik adalah tepat di tengah atap mobil. Kekurangan dan kelebihan penempatan antena berdasarkan posisi di mobil dapat dilihat di gambar di bawah ini

  1. Memiliki izin komunikasi radio (Call Sign) Secara aturan, frekuensi radio adalah hal strategis, makanya untuk menggunakan frekuensi radio seharusnya sudah memiliki izin penggunaan frekuensi. Dengan memiliki call sign, kita akan diterima dengan baik di frekuensi dan daerah lain sesuai dengan alokasi frekuensi izin yang dimiliki.Di Indonesia, izin komunikasi radio bisa bergabung dengan ORARI ataupun RAPI. Masing-masing memiliki alokasi frekuensi dan izin power (watts) yang berbeda. Pada prinsipnya sama, pemerintah memberikan izin kepada pemilik call sign untuk menggunakan frekuensi radio. Yang berbeda adalah RAPI tidak diizinkan berkomunikasi dengan luar negeri, nah ORARI diizinkan berkomunikasi dengan luar negeri.Prosesnya dapat mendatangi pengurus setempat untuk mendaftarkan. Untuk ORARI harus mengikuti dulu ujian kecakapan amatir radio yang biasanya dilaksanakan setahun sekali, setelah lulus ujian baru memproses izin. Untuk RAPI bisa mengikuti bimbingan organisasi dulu dan selanjutnya memproses izin
  2. Menentukan frekuensi yang telah disepakati. Para peserta konvoi hendaknya hanya masuk di jalur frekuensi yang telah ditetapkan. Bisa juga menseting frekuensi alternative jika di spot tertentu sangat sulit didapatkan sinyal yang baik.Biasa nya Road Captain yang menentukan frequensi yang akan dipakai.
  3. Jika didapati frekuensi yang ditetapkan sama dengan ORARI wilayah yang dilintasi, pemimpin konvoi atau Road Captain (RC) hendaknya melakukan tegur sapa dan mohon ijin lewat dan masuk ke frekuensi yang sama.
  4. Memperjelas area jangkauan frekuensi kepada peserta konvoi. Jika didapati anggota konvoi terpisah dengan radius jarak yang jauh dari frekuensi, maka komunikasi tidak akan tersambung dengan baik. Bila didapati frekuensi terputus maka peserta konvoi didepan atau dibelakang dapat mengatur kembali jarak, agar komunikasi dapat kembali tersambung.
  5. Peserta haruslah ditetapkan aturan mainnya karena radio komunikasi tidak bisa 2 arah sekaligus. Tetapkan satu orang moderator yaitu RC (Road Captain) untuk mengatur lalu lintas komunikasi.
  6. Siapapun yang hendak memulai pembicaraan harus meminta izin dulu kepada moderator atau Road Captain (RC), supaya tidak terjadi tabrakan transmisi radio.Penggunaan Radio Komunikasi haruslah dengan bijak dan tidak melanggar aturan main berkendara yang baik dan benar.

 

Jenis-jenis radio dan fungsinya.

Dari frekwensi kerjanya, radio komunikasi dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok yaitu :

-HF atau High Frequency Transceiver adalah radio komunikasi yang bekerja pada rentang frekwensi  0 sampai dengan 60 Mhz. Radio jenis ini mempunyai beberapa mode dalam operasinya yaitu, AM (Amplitude Modulation), FM (Frequency Modulation), USB (Upperside Band), LSB (Lower Side Band) dan juga CW atau Continuous Wave yang dipakai untuk mengirim dan mendengar morse. Panjang gelombang radio ini mulai dari 1 sampai 160 meter (wave length). Radio jenis ini tidak memerlukan power yang besar untuk menjangkau jarak yang jauh, namun sayangnya rambatan gelombangnya tidak merata, sehingga kurang efektif untuk komunikasi bisnis yang memerlukan akurasi dan kecepatan penyampaian berita.

-VHF atau Very High Frequency adalah radio komunikasi yang bekerja pada rentang frekwensi 100,000.00 Mhz sampai dengan 180,000.00 Mhz atau yang sering kita sebut radio 2 meteran karena panjang gelombang radionya adalah sekitar 2 meter. Karena kemudahan pemakaian dan kejernihan suaranya yang sempurna radio 2 meteran lebih cepat akrab dikalangan breaker. Radio 2 meteran relatif memerlukan power yang besar untuk mendapatkan jangkauan yang luas. Dan memerlukan antenna yang cukup tinggi untuk menjangkau daerah yang lebih jauh. Rambatan gelombang dari radio jenis ini cukup merata. Pada awal kemunculan radio ini diawal tahun 1970an, perangkat radionya masih mempunyai mode SSB, CW dan FM. Namun seiring permintaan pemakai, akhirnya radio 2 meteran yang baru hanya dibekali dengan frequency FM saja.

-UHF atau Ultra High Frequencyadalah radio komunikasiyang bekerja pada rentang frekwensi 430,000.00 Mhz sampai dengan 480,000.00 Mhz atau yang sering disebut radio U atau 70 centimeter karena panjang gelombangnya cuma 70 centimeter sehingga daya jelajahnya frekwensi sangat merata, namun sayang jarak transmit yang tidak begitu jauh. Radio jenis ini banyak dipakai oleh polisi yang diperkuat dengan Radio Pancar Ulang di beberapa titik untuk membuat daya pancar yang merata diberbagai tempat. Power yang dibutuhkan juga mendekati radio 2 meter.

Pemasangan Radio Komunikasi di Kendaraan Kita.

Pada kesempatan ini kita akan membahas cara pemasangan radio komunikasi VHF atau 2 meteran yang umum kita pergunakan didalam kendaraan. Yuuuk kita bahas.

Peralatan yang dibutuhkan :

-Kabel untuk power merah dan hitam dengan ukuran inner paling tidak 3 milimeter  masing-msing sepanjang 4 meter. Jangan memakai kabel listrik rumah,

– Kabel antenna RG58 atau Teplon sepanjang  kurang lebih 3 meter,

– Bracket connector antenna. Model jepit atau yang langsung ditanam di bumper.

– Beberapa cable tie untuk mengikat kabel agar rapi.

– Pesawat radio komunikasi Rig.

– Antenna mobil

Memilih Pesawat Radio.

Pilihlah radio yang berukuran kompak namun kuat, mengingat radio akan ditanam di dashboard sehingga tidak membuat dashboard terkesan kurang rapi. Saat ini dipasaran banyak merk radio 2-meter yang kecil mungil namun mempunyai daya transmit yang kuat sampai 50 Watt. Dengan daya pancar sebesar itu, wilayah yang dicover dapat sejauh 25 sampai 50 kilometer tergantung posisi mobil dan antenna yang dipergunakan. Saran saya pilihlah radio dengan merk yang sudah establish mengingat radio yang tidak jelas merknya akan sulit untuk diperbaiki jika terjadi kerusakan.

Memilih Antenna mobile.

Antenna mobil adalah salah satu komponen yang terpenting disamping pesawat radio-nya.  Ada berbagai macam antenna dan merek tersedia dipasaran dengan harga yang bervariasi. Untuk kita yang sering keluar masuk hutan, pilihlah antenna model lurus yang tidak ada loading / sambungan ditengahnya. Sedapat mungkin pilihlah yang paling pendek,mengingat antenna kita akan sering tersangkut pada dahan saat masuk hutan, sehingga tidak mudah patah.

Antenna yang bagus adalah antenna yang memiliki panjang paling pendek 5/8 lambda atau 5/8 dari panjang gelombang. Pada radio 2-meter panjang antenna yang paling ideal itu adalah 100 sampai 125 centimeter. Merk Larsen, Commet dan Diamond serta Daiwa menjadi pilihan yang bijaksana.

Berikut ini adalah beberapa merk Radio Komunikasi yang beredar dipasaran dan lazim dipakai:

  1. CLARIGO harga sekitar Rp. 1,500,000 – Rp. 2,000,000
  2. MOTOROLA harga sekitar Rp. 3,500,000 – Rp. 6,000,000
  3. ICOM harga sekitar Rp. 2,000,000 – Rp 3,000,000
  4. MOTOTRBO harga sekitar Rp. 2,500,000 – Rp. 3,500,000
  5. ALINCO harga sekitar Rp. 2,000,000 – Rp. 3,000,000
  6. KENWOOD harga sekitar Rp. 2,000,000 – Rp. 3,000,000
  7. YAESU harga sekitar Rp. Rp. 2,000,000 – Rp. 3,000,000

Harga diatas belum termasuk dengan jasa instalasi,kabel dan antenna radio komunikasi.

SEMOGA BERMANFAAT