Pemilik mobil terkadang lupa dengan kondisi ukuran atau tekanan udara pada mobil. Padahal, sangat penting untuk keamanan dan juga keselamatan bersama ketika di jalan raya. Sebab, tekanan udara pada ban itu tidak selamanya stabil karena bisa berkurang karena satu dan lain hal. Sehingga, sebaiknya sering dicek agar selalu sesuai dengan ukuran yang telah direkomendasikan pabrikan.  Ukuran standar tekanan udara ada di pintu depan bagian kanan yang diposisikan di bawah jok atau pilar pintu pengemudi.Setiap model berbeda-beda untuk ukuran ban depan dan juga belakang. Bisa dilihat di tyre-loading information masing-masing mobil.

Ban secara alami akan kehilangan tekanan udara (umumnya sekitar 1 psi (0,076 bar) setiap bulannya. Hilangnya tekanan ban juga bisa dipercepat oleh adanya kebocoran udara lain yang disebabkan oleh:

  • Ban tertusuk secara tidak disengaja
  • Katup: yang harus diganti setiap kali penggantian ban.
  • Tutup katup: penting untuk menjaga agar udara dalam ban tidak keluar.
  • Roda: yang harus dibersihkan setiap kali ban dipasang.
  • Ikuti saran dari pabrikan kendaraan atau ban, terutama terkait ketentuan penggunaan (beban/kecepatan dll).
  • Periksa tekanan saat ban dalam kondisi dingin (ban yang tidak digunakan dalam dua jam terakhir atau telah menempuh jarak kurang dari 2 mil (3 km) pada kecepatan rendah).
  • Jika ban dalam kondisi panas pada saat diperiksa, tambahkan sebesar 4 hingga 5 psi (0,3 bar) pada tekanan ban yang disarankan oleh pabrikan kendaraan. Periksa kembali tekanan saat ban dalam kondisi dingin.
  • Jangan pernah mengempiskan ban dalam kondisi panas.
  • Meskipun ban diisi nitrogen, tekanan dan kondisi keseluruhan ban tetap harus sering diperiksa.

Contohnya untuk ukuran ban 205/65R16 maka tekanan udara standar depan dan belakang 33 Psi. Tetapi jika membawa muatan atau penumpang, harus ditambahkan. Misal, ban bagian depan tetap 33 Psi, tetapi belakang harus ditambah menjadi 36 Psi. Dengan menjaga tingkat tekanan ban yang benar, Anda akan mengurangi biaya operasional Anda. Ban bertekanan angin cenderung mengalami panas berlebih (overheating), lebih boros bahan bakar, dan lebih cepat aus. Demikian juga, ban dengan tekanan berlebih dapat mengurangi umur pakai ban, mengurangi daya cengkeram ban dan menimbulkan masalah pada pengemudian.Nantinya jika ban kekurangan atau kelebihan udara akan berdampak pada ban itu sendiri, tentunya efek negatif. Sebagai contoh, ban yang kurang udara tapak ban ke permukaan semakin lebar sehingga gesekan dengan permukaan juga menjadi lebih besar.

Dampaknya butuh tenaga mesin lebih besar sehingga bahan bakar minyak (BBM) lebih boros. Tekanan ban yang kurang meningkatkan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2.Ban dengan tekanan kurang 20% dari standar dapat mengurangi jarak tempuh ban sebesar 20% berarti kehilangan 5.000 mil (8.000 km) dari potensi jarak tempuh 25.000 mil (40.000 km). Selain itu yang kelebihan tekanan, bisa rawan meletus apabila digunakan dalam jangka waktu lama. Faktor lain, bagian tengah ban akan lebih cepat aus karena banyak bergesekan dengan permukaan jalan.

Silahkan baca juga :

Keuntungan Isi Tekanan Angin Ban Menggunakan NITROGEN (N2)

Tentang Dan Kode-Kode Ban Untuk Mobil Dan Motor