Ban merupakan bagian penting pada kendaraan. Selain itu, ukuran dan bahannya juga menyesuaikan dari jenis kendaraan yang digunakan. Misalnya ban untuk kendaraan niaga seperti pikap berbeda jenisnya dengan yang digunakan mobil biasa.Ban untuk kendaraan niaga bukan keras, tetapi mampu memikul muatan lebih banyak dibanding ban penumpang, serta umur yang lebih panjang.

Masalah bannya keras itu karena spesifikasi tekanan udara standarnya lebih tinggi dibanding mobil penumpang. Ban niaga sudah disiapkan untuk mengangkut beban yang lebih banyak daripada ban penumpang.Misalnya untuk tekanan standar mobil penumpang antara 33 psi sampai 36 psi. Sedangkan ban niaga memiliki tekanan udara standar mulai 43 psi sampai 54 psi, tergantung ukuran bannya. Oleh karena itu, spesifikasi ban niaga memiliki konstruksi yang lebih kuat.

Selain itu, ban niaga juga memiliki load index yang lebih besar daripada ban biasa. untuk ukuran yang sama, ban penumpang bisa mengangkut 710 kg per bannya. Sedangkan ban niaga bisa mengangkut 725 kg sampai 840 kg, tergantung dari ply rating (PR). Pada bannya juga ditulis misalnya 185R 14LT (Light Truck) atau 185R 14 C (Commercial). Selain itu juga kadang ditulis berapa Ply Ratingnya, misal 185R 14C 6PR.

Apa itu PLY RATING? Ply rating adalah nilai kekuatan berdasarkan lapisan kompone yang berada didalam ban. Misal, 10.00R20 16PR, angka 16PR dimaksud dengan 16 ply rating. Dengan kode tersebut maka nilai dari lapisan komponen didalam ban baik bias maupun radial mempunyai nilai 16. Semakin tinggi ply rating suatu ban, maka akan semakin mahal pula sebuah ban. Dikarenakan kekuatan ban tersebut makin tinggi dalam menahan beban, sehingga tidak mudah bocor.

Ban dengan ply rating tinggi biasa digunakan pada kendaraan dengan angkutan muat yang berat atau alat berat yang membutuhkan tenaga yang tinggi. Ban dengan ply rating tinggi, biasanya tidak mudah dalam melakukan maneuver, karena memang ban tersebut kegunaannya difokuskan pada berat suatu muatan, bukan pada kecepatan dan maneuver. Sehingga butuh ban yang baik terutama untuk dump truck.

Semakin tinggi ply rating maka kekuatan ban tersebut dalam menahan angin akan semakin kuat. Ini yang menjadi salah satu alasan ban dengan ply rating tinggi mampu menahan beban yang sangat berat dibandingkan dengan ban yang ply rating rendah.

Kapasitas pembebanan sebuah ban di tentukan oleh Ply Rating, Index Beban atauLoad Range, tergantung pada standar ban tersebut dibuat. Load Range (LR) dipakai di negara-negara yang memakai standar TRA, sedang Index Bebandipakai ole negara-negara yang mengacu pada standar ETRTO dan Iso. Ban-ban produk PT Bridgestone Tire Indonesia dalam proses pembuatannya selalu mengacu pada standar-standar diatas, selain standar JATMA dan SNI sebagai standar acuan utama. Tabel indeks beban adalah kode numerik yang menunjukan kapasitas maksimum pembebanan pada kecepatan tertentu, sesuai dengan spesifikasi ban tersebut.Ban dengan kecepatan maksimum 210km/jam, bila dipakai melebihi kecepatan 210km/jam, maka kapasitas pembebanan maksimumnya harus dikurangi sesuai dengan standar yang berlaku.

Tabel Konversi Ply Rating Dengan Load Range

LOAD INDEX BAN